Cinta dan Kesempurnaan

by - August 03, 2020


Beberapa minggu lalu, saya melihat orang-orang ramai membicarakan public figure yang berselingkuh.. 
Saling berdebat karena tak cukup cantik ia yang dipilih 
Kalah jauh menawan dengan yang ditinggalkan, katanya 
Layaknya memiliki pasangan adalah sebuah persaingan 
Kalau kau sendiri, maka itu artinya kau tak cukup laku 
Atau tak cukup menarik untuk dilirik 

Oh, bahkan sudah sejauh itu level berkompetisi mereka 
Padahal, kata cinta dan pasangan bukan hanya tentang merasakan dan mendapatkan, lebih jauh dari itu 
Ini soal memberi, mengasihi, belajar memahami, dan memaklumi 
Cinta tak hanya dirasa saat asmara tengah membara 
Kisahnya panjang, lebih rumit dari yang kau kira 

Bukankah cinta hanya tentang memberi dan menerima? Mengapa serumit itu?

Oh, ya..

Karena memberi dan menerima dengan tulus
Menyadari hendak melakukannya sepanjang hayat
Tak semudah itu jika kita selalu menuntut yang tak ada
Menginginkan kesempurnaan, membiarkan diri digerogoti ekspektasi tentang sosok yang bisa bertransformasi
Dari buruk menjadi baik, dari yang biasa saja menjadi luar biasa, dari yang main-main menjadi disiplin, dari yang berandal menjadi andal
Yang saat semuanya tak didapatkan, lantas boleh bosan dan mencari pelarian

Bukan begitu..

Lagi-lagi mencintai dan membersamai harus disandingi dengan persaingan
Padahal, kalau memang dia cinta, tak perlu lah kita yang kebingungan
Lagipula, ini bukan soal rupawan dan menawan
Bukan soal cantik atau tak cantik
Kalau memang dia cinta, dia tak akan meninggalkan
Tak akan ada persaingan, sungguh

Jangan lah menekan diri dengan kompetisi yang membelenggu tak ada arti
Soal rasa memang tak bisa dideteksi
Tapi tak ada urusannya dengan arogansi yang tak pernah habis mencari kesempurnaan
Perihal cinta dan pasangan, bagaimana pun, sebaik dan setulus apapun, seburuk dan sekejam apapun keduanya
Tampaknya manusia tidak pernah menyadari
Bahwa kita tak pernah bisa sempurna meski sama-sama menyempurnakan


Dengarkan juga postingan sebelumnya: Paham Makna

You May Also Like

9 komentar

  1. Masyaallah bagus banget mbak podcastnya, dalem banget maknanya. menghayati banget aku. Heheh uda ku follow juga mbaak podcastnya hehehe salam kenal yaa ☺️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbaak, hehe terima kasih banyak sudah follow ya mba! Senangnya😍 Makasih sudah mampir mba, salam kenal jugaa😊

      Delete
  2. Betul sekali unconditional love itu sulit dalam prakteknya, jangan kan ke orang lain, kadang mempraktekan ke diri sendiri juga sulit.

    Aku suka banget di bagian manusia tidak pernah bisa sempurna walaupun sama-sama menyempurnakan.

    Awl ... aku suka banget sama pemikiran mendalamnya dan suara mu itu loh. Paduan yang cocok banget.
    Love ... love ...love pokoknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mba bener bangeet, ditambah unconditional lovenya sendiri pun ada yg bisa dipraktekan secara gak sehat dan malah merugikan seseorang.😢 Harus bisa seimbang, setulus dan senyaman mungkin.

      Ehehe makasi kak Renoov yg udh jadi salah satu support systemkuhh!🤗

      Delete
  3. Ah...sukanyaaaaa...manis sekali mbak.

    ReplyDelete
  4. Serius, suaranya mbk awl emang adem banget didengerin😍. Nggak ada niatan untuk jadi penyiar radio mbk? Atau bikin podcast di spotify gitu, atau malah udah bikin, saya nggak tahu😱... Pasti banyak yang suka deh.
    Pengen punya suara kayak gini...

    Bener banget sih mbk. Cinta itu harusnya nggak melibatkan kompetisi ataupun kesempurnaan. Emangnya mau lomba... Cinta itu tulus dan suci. Nggak memandang fisik, nggak membahas kekurangan. Cinta itu positif😊
    Titik, nggak pakai koma, apalagi tanda tanya.

    ReplyDelete
  5. Lah, iya, udah ada di spotify ternyata. Baru tahu waktu geser ke bawah😁 dan buka channel youtubenya juga. Ternyata mbk awl bisa bahasa jepang toh, saya dulu juga sempat belajar bahasa jepang loh mbk. Tapi sekarang udah banyak lupanya😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha gapapa mba, waduh malu akuuuu ketauan deh channel yutubnya kayak gimana:D Btw komentar yg di atas saya balas disini aja ya mba Astria;)

      Alhamdulillaaah kalau mba suka dan bikin adem, jadi bikin adem saya jg yg baca hihi. Sebenernya dulu emg sempet bercita2 pengen jadi penyiar radio sih mba, dari kecil udah seneng banget dengerin radio dan suka penasaran sama orang2 di baliknya, kayak gimana sih mereka cara kerjanya. Makanya pas kuliah saya coba ikut kegiatan unit radio gitu karena penasaran, walaupun gak diselesain sampe beres:')
      Sebetulnya ini bisa dilatih sih mba, jadi kalau mba Astria pingin gaya suara kayak gini pun bisa kok, mungkin langkah awalnya bisa coba dengerin macam2 podcast di spotify atau platform lain sambil dipelajari, terus ikut2 workshop yg sesuai bidangnya (kalau ini sih saya cuma pernah beberapa kali dan udh lama, nanti pengen coba ikut lagi:D).

      Iya mba, sedih kalau ada yg denger kalau cinta tuh harus begini begitu, gak boleh begini begitu, mungkin untuk hal2 yg menyangkut kebaikan sih gapapa selama yang bersangkutan juga gak terpaksa, ini kan yg parahnya kalau udah baik2, tapi masih aja mengharapkan sesuatu yg lebih dari pasangan, hadeuuh.

      Btw iyaa mba, saya ambil jurusan bahasa Jepang soalnya. Waah, mba masih ada yg inget gak kosakata bahasa Jepangnya? Lumayan nanti bisa ngobrol2 (walaupun saya jg gak begitu jago sih haha). Mba Astri dulu belajar di SMA kah? Soalnya saya juga dulu pernah belajar di SMA, dan tadinya udh banyak lupanya haha tapi akhirnya diseriusan sampe sekarang.

      Delete