Spoonerism, Alasan di Balik Keselip Lidah

by - Juni 19, 2022

Ada yang pernah dengar istilah Spoonerism? Atau adakah di antara kalian yang kalau ngomong suka keselip alias terbolak-balik? Seperti Isyana Sarasvati, dari "bener dong" jadi "beneng dor", dan "terpesona" jadi "tersepona".

Jika ada di antara kalian yang sering mengalami hal serupa, welcome to the club!πŸ™ŒπŸ»

Spoonerisme, Alasan Utama Lidah Keseleo

Gue pribadi adalah satu dari sekian orang yang sering banget mengalami selip lidah atau terbolak-balik saat bicara. Contohnya persis seperti yang gue sebut di atas. Kosakata yang baru-baru ini nggak sengaja gue ucapkan itu adalah, "enak" jadi "anek". Gue juga belum lama keseleo pas bilang gave birth, jadi give barth, padahal nggak ada artinya. Gue pikir awalnya aneh, tapi pada kenyatannya banyak banget orang-orang di luar sana yang sering mengalami hal demikian. 

Awalnya gue nggak peduli untuk cari tahu lebih lanjut tentang ini, yang gue tahu, mungkin thinking proccess-nya lebih cepat daripada mulut gue, dan barangkali memang gue aja yang kalau ngomong kecepetan. Setelah ditelusuri, ternyata kondisi semacam ini dinamakan Spoonerisme.

Spoonerisme (spoonerism) adalah kesalahan bicara yang berkaitan dengan transposisi fonetik dalam huruf mati, huruf hidup atau morfem yang biasanya terbolak-balik di antara dua kata dalam sebuah frasa. Istilah spoonerism diambil dari nama William Archibald Spooner (1844-1930), penjaga New College, Oxford, Inggris, yang sering bicara terbolak-balik saat itu. Spoonerisme juga dikenal sebagai marrowsky, seperti nama seorang Polandia yang juga mengidap kebiasaan serupa. 

Biasanya seseorang secara spontan melakukan kesalahan pengucapan ini disebabkan karena gugup, kurang konsentrasi atau terlalu cepat berbicara. Namun ada juga yang memang memiliki kesulitan secara verbal karena terlalu lama diam di suatu negara yang berbeda dengan yang dia tinggali sekarang. Dan karena situasi ini dialami oleh banyak sekali orang di belahan dunia, tentu saja kata atau kalimat yang keselip gak hanya ada dalam bahasa Indonesia. Bahasa Inggris pun banyak yang seringkali bisa keseleo, seperti contoh di bawah ini:
  • "A blushing crow." ("crushing blow")
  • "A well-boiled icicle" ("well-oiled bicycle")
  • "You were fighting a liar in the quadrangle." ("lighting a fire")
  • "Is the bean dizzy?" ("Dean busy")
  • "Someone is occupewing my pie. Please sew me to another sheet." ("Someone is occupying my pew. Please show me to another seat.")
Dalam bahasa Indonesia sendiri, kata atau kalimat yang biasa kepleset adalah sebagai berikut (contoh ini diambil langsung dari testimoni gue saat sedang keselip lidah):
  • "Nanti aku kuping jewermu ya!" ("Nanti aku jewer kupingmu ya!")
  • "Hudas kok." ("Sudah kok") 
  • "Aku makan sudah" (Aku sudah makan) 
  • "Dasar budaya darat" (Dasar buaya darat) 
  • "Aku mau odun!" (Aku mau udon—makanan Jepang) 
  • "Tutupnya pintu." (Tutup pintunya) 
Nah, kira-kira begitulah contoh kosakata yang sering terbalik saat gue ucapkan. Tentu ini belum termasuk kata-kata lain yang gue lupa untuk catat di notesπŸ˜‚

Kalau teman-teman, bagaimana? Apakah ada yang mengalami hal serupa? Let me know, ya!🀩

You May Also Like

4 komentar

  1. Lucuk pengamatannya bagus, detil.

    BalasHapus
  2. aku mah ketawa geli baca artikel kakak, karena sering banget ini ngalamin spponerism meski baru tahu juga, eh kebiasaan ketukar kata atau huruf dalam kalimat ada istilahnya yaa, hihihihi.

    yang paling sering sih karena gagal fokus atau pikiran lagi kemana gitu, yang kesebut eh malah yang lagi dipikirin. kebayang gak sih, kalau lagi mikirin mantan di depan pacar terus ditanya mau makan atau gak, eh di jawab, " eh iya sayang yuk aku mau mantan" GUBRAG!!! bisa hancur alam semesta, wkwkwkwk.

    btw spoonerism ini juga di alamin anak-anakku, tapi bukan disebabkan hal - hal di atas tapi karena emang lagi mengenal suku kata. rata-rata anak balita mengganti satu huruf depan atau akhir. misal, kertas jadi jerdas atau hertas. biasanya semua kata diawalin huruf h atau j. anaknya sodaraku juga begitu. lucu juga sih kalo denger mereka ngomong, nah ini yang bikin bahasa anak balita terdengar seperti bahasa alien!! wkwkwkwk


    BalasHapus
  3. aku mah ketawa geli baca artikel kakak, karena sering banget ini ngalamin spponerism meski baru tahu juga, eh kebiasaan ketukar kata atau huruf dalam kalimat ada istilahnya yaa, hihihihi.

    yang paling sering sih karena gagal fokus atau pikiran lagi kemana gitu, yang kesebut eh malah yang lagi dipikirin. kebayang gak sih, kalau lagi mikirin mantan di depan pacar terus ditanya mau makan atau gak, eh di jawab, " eh iya sayang yuk aku mau mantan" GUBRAG!!! bisa hancur alam semesta, wkwkwkwk.

    btw spoonerism ini juga di alamin anak-anakku, tapi bukan disebabkan hal - hal di atas tapi karena emang lagi mengenal suku kata. rata-rata anak balita mengganti satu huruf depan atau akhir. misal, kertas jadi jerdas atau hertas. biasanya semua kata diawalin huruf h atau j. anaknya sodaraku juga begitu. lucu juga sih kalo denger mereka ngomong, nah ini yang bikin bahasa anak balita terdengar seperti bahasa alien!! wkwkwkwk


    BalasHapus
  4. Sodaraku pernah dulu pas kecil dia mau bilang mati lampu jadinya lampi matu xD

    BalasHapus