Gelap Tak Habis

by - July 18, 2020


Hari minggu waktunya berpuisi! Kategori ini belum pernah gue bikin sih sebelumnya, tiba-tiba kepikiran aja tentang puisi saat lagi ngubek-ngubek notes buat mencari sisa-sisa draft yang belum dilanjut dan bertemu lah dengan sepucuk kegelisahan beberapa waktu lalu. Kebetulan gue memang suka juga nulis-nulis puisi alakadarnya, seringnya cuma puisi satu bait yang biasa di-upload di instagram Notes of Little Sister . Untuk versi yang panjang-panjangnya, gue berencana buat posting di blog. Akhir kata, anggap lah puisi menyedihkan di bawah ini sebagai pembuka, ya! Sorry if it's too dark to read, i promise will write something nice and happy next time!😁 xoxo

*I wrote this three months ago, when everything seems blurry since coronavirus invaded my country.

Gelap Tak Habis

Resah tak karuan, emosi tak bisa diredam
Air mata pun tak tahu lagi alasannya dikeluarkan
Sakit dirasa hingga ke badan
Sebab hati sudah tak sanggup tahan beban

Depresi seperti jadi ruang utama
Gelap adalah cahayanya
Terang hanya sesekali datang
Seringnya hilang karena perginya senang

Menopang diri hanya pada raga yang terjaga
Berjalan dengan kaki yang belum tersentuh dosa
Sebab tangan dihabiskan menjenggut sedih
Serta pikiran yang ingin lari dari kenyataan

Lelah bukan lagi rasa yang bisa dijabarkan
Tenang jadi satu-satunya harapan
Saat raga lain tak ingin direpotkan
Meski takut mengulang kuasai pikiran

Baca juga: Paham Makna

Siapa yang bilang tidur membebaskan diri dari jerembab?
Siapa yang bilang tidur mengistirahatkan raga?
Saya tak tahu rasanya tidur
Pejam tak cukup untuk menutup kasus

Yang bisa meluruhkan hanya memori senang
Dan rindu yang menunggu dicurah
Sekadar kata semangat dan telinga pun cukup sudah
Berikan senang agar tenang tak lagi remang

Jangan sepelekan rasa semacam ini
Logika pun akan kalah dengan amuknya
"Hidup terus berjalan" hanya kutipan tanpa perasaan
Tinggal di ruang tanpa cahaya menyisakan gelap yang tak ada habisnya

You May Also Like

24 komentar

  1. Mba Awl, saya nggak begitu paham dunia puisi, hihi ~ however saya menikmati puisi mba di atas, dan bisa mengerti maknanya sedikit demi sedikit :D semoga, everything will be fine ya, mba <3 semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe gapapa mba Eno, bisa dinikmati aja udah lebih cukup dari rasanyaa:')) Aamiin, thanks a lot ya mba Eno😭 Semangat teruss💪🏻💪🏻

      Delete
  2. Aku suka pas kamu nyebut, "hidup terus berjalan hanya kutipan tanpa perasaan". Kaya hidup tapi nggak merasakan kehidupan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Exactly mba! Kayak dipaksa untuk berjalan padahal gak bisa ngerasain apa2 selain gelisah soal keadaan.

      Anyway, makasih udh mampir ya mba👋🏻😊

      Delete
  3. hai adee.. salam kenal ya, puisinya bagus cuma krn aku klo baca puisi harus diulang-ulang krn ga jago mengartikan makna syair

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak Diska, salam kenal jugaa😁 Hehe iya gapapa kak, akupun ini alakadarnya aja nulis puisi sebisaku. Makasih udah mampir kak Diska🤗

      Delete
  4. Ini blog ada yg baru ya tampilannya ya Awl? Tmbh kece aja nih..

    Tidur tak lg bikin tenang yaa. Sometimes i feel it, kegelisahan memikirkan bagaimana ttg besok dan bagaimana dgn masa depan setelah covid ini berlalu. Ah, kejauhan sih yaa mikirnya,bagaimana itu odhl tergantung pola pikir, usaha dan penerimaan, but still masa depan memang selalu penuh tanda tanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wehehe tau aja nih mba Ghinaa, makasi ya mba😁

      Iya mba, selama awal-awal pandemi kemarin rasanya pikiran berlebihan terus, takut kedepannya begini lah begitu lah, terlalu khawatir sama hal-hal yg belum bisa kita jangkau. Padahal seharusnya cukup pikirin sekarang aja ya kan mba:( Semoga untuk kedepannya kita gak sering-sering gelisah mengkhawatirkan masa depan ya mba, sekalipun tanda tanya akan lebih besar dari sebelumnya.

      Delete
  5. "Hidup terus berjalan" hanya kutipan tanpa perasaan 👉 kok aku suka sekali dengan bagian ini. Persis apa yang aku rasakan saat awal-awal menjalani self quarantine di rumah aja. Kok kayaknya mendadak hidup 'berhenti', tapi realita terus berjalan.

    Semoga sekarang udah lebih semangat ya, Awl! 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaa memang masa-masa awal self-quarantine itu bener2 nyiksa deh, makanya ditulis dengan sejujur-jujurnya😖. Antara harus adaptasi sama kegiatan "yang dipaksakan" berjalan, atau harus nurutin diri sendiri yg hidupnya serasa berhenti gitu aja. Ditambah harus deal sama rencana-rencana yg gagal pulakk😭 Syukurlah sekarang udh bisa lebih settle dengan segala kegelisahan di masa awal pandemi mba:(

      Aamiin semoga semangat yg ada sekarang bisa tetap bertahan atau bahkan nambah di hari-hari selanjutnya💪🏻 Semangat selalu juga untuk mba Jane ya!💪🏻🤗

      Delete
  6. Dear Awl,
    don't stay in your dark place ... come out ... come out ...
    and make the best out of it :)
    Stay safe ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you kak Renooov! Fortunately i've been through that bad time very well since i joined the blogger community and then got to know you as one of those inspiring and humble bloggers along the way, do'akan semoga bisa konsisten semangatnya ya kak. Stay safe juga untuk kak Renov!🤗💪🏻

      Delete
  7. Baca tentang puisi jadi teringat berita baru-baru ini tentang kepergian salah satu sastrawan Indonesia, Bapak Sapardi Djoko Damono. Semangat untuk kategori barunya mba. Stay safe sane sanitize selalu. Semoga pandemi ini segera berakhir. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, sejujurnya saya buat postingan ini pun karena teringat kepulangan beliau, sedih banget😭 Perasaan baru kemarin saya liat instagram beliau, ternyata sekarang udh gk ada disini lagi. Semoga semangat kebaikan Alm. Bapak Sapardi bisa selalu tersebar lewat karyanya, Aamiin.
      Makasi ya mba Rizki! Stay safe juga untuk mba disana, Aamiin semoga kita bisa segera berkegiatan normal seperti sedia kala ya mba🤗

      Delete
  8. Sama seperti mbak Eno, aku juga tidak paham masalah puisi mbak, baik artinya atau cara penyampaian nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoalah gapapa mas Agus, saya makasih banyak malah udh nyempetin mampir😂

      Delete
    2. Sama sama kak, mungkin kalo dikasih pulsa jadi tahu sedikit puisi sih.😁

      Delete
  9. "Hidup terus berjalan" hanya kutipan tanpa perasaan.

    Tanpa tahu makna dan hanya sekedar menjalani takdir.

    Kurang lebih gitulah ya, hihi..

    Bagus-bagus puisinya sukak 💕

    Aku juga kadang suka ngubek-ngubek draft yg numpuk nggak keurus, haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat banget mba! Semacam hidup segan mati tak mau, atau malah antara ada dan tiada. Kayak jalan tapi gak jalan, kerasanya ngambang aja gitu😖 Hehe makasi banyak mba!😍

      Ngubek-ngubek draft apalagi saat lg stuck itu emang sesuatu banget ya mba, berasa nemu jalan ninja gitu haha, itulah gunanya nyimpen banyak draft, bisa jadi solusi buat yg lg gabut😂

      Delete
  10. Puisinya bagus mba... Pemilihan diksinya oke. Suka bagian terakhirnya
    "hidup harus terus berjalan"
    Hanya Kutipan tanpa perasaan

    Kalau dipikir emang benar, mungkin mudah mengatakannya pada orang lain, tapi bagi yang menerima perkataan tersebut belum tentu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mba!😍
      Saya juga belajar banyak dari situasi-situasi semacam itu sampai akhirnya berpikir bahwa nasihat tentang hidup itu terus berjalan di saat kita sedang terpuruk adalah isapan jempol belaka. Karena sejatinya memang lebih sulit buat action daripada bicara langsung:(

      Anyway makasih mba Rie udah mampir, salam kenal mba!😁

      Delete
  11. sekilas kalau tadi aku baca judulnya, aku berpikir kalo makna dari puisi ini adalah terus semangat
    aku menyambungkan dengan buku RA kartini, habis gelap terbitlah terang, karena di depan akan ada hal-hal menarik yang bisa ditemui dalam hidup
    ngawur analisaku ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Analisanya bener kok mbaa😁 aku emang terinspirasi dari RA. Kartini, habis gelap terbitlah terang. Tapi karena isi puisi ini memang cenderung gelap dan menggambarkan si anxiety itu jadinya pakai kalimat gelap tak habis, semacam hopeless karena gak ada terang sehabis gelap itu *cielaah*. Emang anaknya sok filosofis sekali nih😆

      Delete