A Letter to My 19-Year-Old Self

by - December 31, 2018




Tulisan ini akan menjadi penutup sekaligus pengantar, untuk si adik perempuan kecil yang kini telah beranjak dewasa. Omong-omong, dia ini seharusnya kakak paling tua..

Halo Aina, kali ini rupanya menjadi tahun yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini menjadi ratusan hari yang cukup melelahkan, sampai-sampai aku tak sadar bahwa kamu bukannya tak memiliki sesuatu yang bisa dipetik, tetapi justru telah melewati banyak hal baru yang menantang.

Kali ini kamu telah belajar lebih banyak tentang hidup.
Kamu telah melewati waktu-waktu sibuk yang tidak dihabiskan untuk sekadar tertawa dan menertawakan hal-hal bersama orang-orang di sekitarmu.
Kamu telah berjuang melawan segala rasa sedih, takut, khawatir, dan tak karuan untuk sesuatu yang besar.
Kamu telah berhasil melalui 52 minggu ini tanpa pusing mengurusi seseorang yang tak semestinya dipikirkan, tanpa sedih memikirkan bagaimana menyembuhkan hati yang terluka, karena waktumu hanya habis untuk memikirkan mereka yang benar-benar berarti di hidupmu.
Sepanjang 8760 jam ini, hatimu telah berhasil mengatasi segala rasa sakit yang diciptakan lewat takdirmu.
Kamu telah mampu melalui 525600 menit ini dengan mencoba berbagai hal baru yang selama ini kau inginkan dan tanpa disengaja telah mewujudkannya sedikit demi sedikit.
Kamu tak sadar telah melewati 365 hari ini dengan bertemu orang-orang yang menginspirasi dan memotivasimu untuk mau terus belajar.

Awalnya kupikir tak ada sesuatu yang bisa dibanggakan untuk setidaknya bisa kuulas di bulan terakhir tahun ini, tetapi aku salah.

Desember kali ini tak kelabu seperti Desember kemarin.
November kali ini tak semendung November kemarin.
Oktober kali ini kamu tak selemah Oktober kemarin.
September kali ini tak seberat September kemarin.
Agustus kali ini tak hambar seperti Agustus kemarin.
Juli kali ini tak secanggung Juli kemarin.
Juni kali ini tak sekelam Juni kemarin.
Mei kali ini kamu tak melankolis seperti Mei kemarin.
April kali ini lebih mengejutkan dibanding April kemarin.
Maret kali ini tak selelah Maret kemarin.
Februari kali ini tak kalah menyenangkan dibanding Februari kemarin.
Januari kali ini lebih besar angka usiamu, dan lebih menegangkan daripada Januari kemarin.

Semua itu tak berarti tahun lalu adalah tahun yang suram. Tidak. Semua ini berarti Allah telah memberi hadiah dengan membiarkanmu mencapai usia dewasa dan menghadapinya dengan lebih bijak. Pula ini mengartikan bahwa Allah telah membiarkanmu memetik buah dari segala rasa sakit yang tertabur pada tahun sebelumnya.

Kamu tahu, Aina?

Tahun ini telah memberi banyak pengajaran untukmu lebih peduli dengan kehidupan dan berhenti memikirkan hal-hal yang tidak penting secara bersamaan.

Aku senang kamu kembali menjadi dirimu yang dulu, yang selalu ingin bersuara untuk hal-hal baik.
Aku senang kamu kembali menuliskan apa saja yang ada di kepalamu tentang segala keresahan akibat keegoisan manusia-manusia kecil yang mengaku dewasa.
Aku senang kamu tak membiarkan dirimu terombang-ambing di antara kubu penguasa, karena kamu sadar betul bahwa dunia saat ini sejatinya semakin kejam dan keji.
Aku senang kamu telah menggunakan sifat teguh pendirianmu untuk sesuatu yang baik.
Aku senang ketika kamu lebih senang membicarakan hal yang penting dibandingkan membicarakan si A dan si B kepada si B dan si C.
Aku senang kamu tumbuh dewasa dan kuat melebihi usiamu.
Aku senang kamu sadar bahwa menjadi seseorang yang bermanfaat sesungguhnya lebih baik daripada hanya menghabiskan satu buku bacaan untuk diri sendiri.

Dan kamu sadar betul tak ada waktu lagi untuk lama-lama bersantai menunggu senja berlalu lalang, bukan?

Karena itu, Aina..

Kamu tentu ingat, esok hari akan membawamu kembali mengarungi 365 hari yang baru. Minggu ini akan genap 20 usiamu. Pun genap sepuluh tahun pelajaran-pelajaran hidup yang kamu tempuh. Di luar kebaikan-kebaikan yang ada pada dirimu, bisakah kamu berhenti mengeluh dan mulai sungguh-sungguh? Karena nyatanya dunia ini tak sekadar tempat singgah seperti yang terkira. Ada banyak yang hal mesti kamu rengkuh sebelum dermaga terakhir membunyikan peluitnya, dan dunia menjadi berkeping-keping luruh bagai daun yang disapu angin.

You May Also Like

1 komentar

  1. Postingan 2018, ulang tahun ke-19 tahun. Berarti Awl lahir tahun 1999 yaa. Awalnya aku kira kita seumur, ternyata tidak yaa hehee

    ReplyDelete